Review Webdrama The Temperature of Languege: Our Nineteen (2020) - Kisah Remaja Yang Tidak Diketahui Orang Dewasa
The
Temperatur of Language Our Nineteen merupakan webdrama bergenre school,
romance, drama. Tayang pada 13 Februari sampai 9 April dengan 16 episode,
setiap episode berdurasi sekitar 20-30 menit. Tayang di channel tv Korea TVND
dan aplikasi Vlive.
Webdrama
ini mengupas tentang kehidupan berat di usia 19 sebagai murid kelas 3 SMA. Setiap
menit begitu berarti! begitulah rasanya. Menjadi murid di tingkat akhir SMA itu artinya
mereka harus waspada terhadap diri mereka.
Kisah
persahabatan dan percintaan remaja juga disorot, yang akan membuat kita
penasaran siapa yang akan menjalin hubungan diantara keenam tokoh utama.
Diawal
episode pertama masih terasa ringan. Setiap tokoh diperkenalkan secara
bertahap. Seperti yang saya sebutkan tadi, ada 6 tokoh utama yang bisa ditangkap
dalam drama ini.
Woo
Jinah diperankan oleh Jin Jihee. Gadis berpipi chubby ini memiliki karakter
yang ceria namun transparan. Dirinya mudah cemas, tetapi memiliki semangat
tinggi. Jinah juga berbakat dalam menulis. Ia menyalurkan bakatnya itu dengan
sering membuat unggahan writegram di
media sosial.
Jinah
merasa ada yang salah dengan dirinya, terkadang ia bingung apakah itu sepenuhnya
salah dia atau orang-orang yang ada disekitarnya?. Terlepas dari itu, dia tidak
suka dengan ketidakadilan, dan berani untuk mengambil inisiatif. Jiwa labil
mungkin terlihat dalam dirinya. Namun, hal itu sudah biasa terjadi, hampir semua
remaja pernah memiliki jiwa labil kan.
Han
Yuri diperankan oleh Kang Minah. Yuri memiliki bayak teman. Yuri juga salah satu
murid yang pintar. Ia naif tapi bukan antagonis, kepribadian itu terbentuk demi
melindungi dirinya. Yuri punya masa lalu yang kelam. Baginya tidak apa-apa
menyusahkan jika itu bisa disukai banyak orang.
Sebagai
penonton tentu akan merasa kasihan dengan Yuri, ia mengalami bayak hal yang
tidak mengenakan. Difitnah, pembullyan, serta harus berbohong demi kebaikan
diri sendiri dan orang lain. Namun, diakhir Yuri menjadi lebih berani walau ia
harus mengalami kejadian pahit lagi.
Yoo
Chansol diperankan oleh Nam Yoonsoo. Chansol adalah ketua kelas sekaligus teman
akrab Jinah, mereka sudah berteman sejak kecil. Childhood friends!.
Chansol
punya mimpi untuk kuliah di jurusan Pendidikan Jasmai. meski yakin dengan
pilihannya itu, ia punya keraguan dengan nilai akademiknya. Ia terlibat romansa
dengan Jinah. Chansol menyadari perasaannya bukan sekedar teman melainkan lebih
dari itu.
Kim Doyoon diperankan oleh Yoo Jungwoo. Doyoon adalah murid yang cerdas dan tidak
menyombongkan diri atas apa yang ia punya, ia rendah hati.
Doyoon
mungkin terlihat punya segalanya dan mudah mendapat apa yang ia mau. Tetapi, dia
hidup seperti mesin yang berjalan sesuai rencana ibunya. Ibunya hanya ingin
memamerkan anaknya yang pintar.
Seo
Eunbin diperankan oleh Park Sehyun. Eunbin adalah murid cerdas lainnya, sama
halnya dengan Doyoon. Karakter Eunbin diperkenalkan dengan jelas ketika sudah
memasuki pertengahan drama. Saya cukup menantikan Eunbin akan menjadi karakter
seperti apa, karena diawal ia hanya muncul sekilas saja.
Semakin
diperkenalkan ternyata Eunbin tidak seperti yang saya pikir. Eunbin pendiam dan
banyak melakukan hal sendiri. Karena itu membuatnya lebih fokus untuk belajar.
Tetapi diakhir, ia merasakan kehadiran teman memberi kehagatan tersendiri yang tidak
bisa kita dapatkan dari dirri sendiri.
Shin
Kangwook diperankan oleh Joo Eojin. Anak baru yang pindah saat kelas 12.
Kangwook memiliki hubungan masa lalu dengan Yuri. Berbeda dengan teman-temannya
ia tidak berminat untuk berkuliah. Ia berbakat dibidang musik. Kangwook, awalnya
terlihat seperti siswa pindahan yang misterius dan malas, ternyata cukup
terampil. Ia tipe orang yang tidak terlalu peduli dengan perkataan orang lain alias cowok cuek.
Ini kisah yang sebenarnya memang real terjadi dikalangan murid sekolah di Korea Selatan bahkan di kehidupan kita. Kisah siswa SMA yang orang dewasa tidak begitu memahaminya.
"Ketika kamu sudah kelas 3 SMA, itu artinya masa depanmu bergantung pada tingkat ini. Jika kamu tidak pintar dan tidak kuliah kamu akan gagal, menjadi manusia tidak berguna".
Begitulah anggapannya.
Jinah
selalu tidak tahan melihat Yuri yang seenaknya diperlakukan oleh teman kelas
lainnya. Meski pada akhirnya Jinah mengetahui bahwa Yuri menyimpan kebohongan
dengannya. Jinah tetap berakhir dengan memaafkan.
Tak
mudah sebenarnya, dikhianati orang yang sudah kita anggap sebagai sahabat dekat. “jangan sampai kehilangan sesuatu yang
berharga. Lebih baik kamu bertengkar dan berselisih” kalimat tersebut sedikit
membuat Jinah meyakinkan diri untuk tidak melepaskan sahabatnya, Yuri.
Terkadang,
kebohongan lebih dibutuhkan dimasa sulit. Namun, jika terus menerus berbohong akan
suatu hal dengan alasan ingin melindungi sesuatu, hati kita tidak tenang meski
mendapat perlakuan baik dan…. hanya saja kejujuran memang lebih membuat kita lega
bukan?
Karakter
yang paling saya sukai sekaligus saya kasihani adalah Kim Doyoon. Bukan karena
parasnya yaaa. Emmm walau ya tampangnya memang adem kayak ubin masjid.
Tetapi karena ia mengalami kesulitan yang menyentuh hati saya, ia sabar dan tetap tekun meski hidup dalam tekanan ibunya. Doyoon pintar tanpa menyerang lawan ia ramah dan tidak pelit ilmu. Sedih melihat bagaimana ia mengalami krisis mental dalam menghadapi perbedaan pendapat dengan ibunya.
Webdrama
ini mengajarkanmu betapa berartinya giat dalam belajar. Tidak banyak bumbu
komedi, tapi tetap bisa membuatmu tersenyum. Ada romansa anak muda yang tentu
saja sering terjadi, memotivasi sekaligus memberi semangat dalam menjalani
permasalahan. slice of life ya
seperti itulah.
Saya
menemukan nilai dari Temperature of
Language sebagai sebuah makna atas komunikasi yang memiliki arti lain. Bahwa
bahasa itu memiliki temperature. Ucapan yang menyakitkan terkadang seperti uap
panas yang ketika terlontar kepada kita akan terasa sakit dan sesak didada.
Tanpa kita sadari ucapan memang memiliki suhunya. Tergatung bagaimana ucapan
tersebut bermakna, menyakitkan atau sebaliknya.
Satu
hal yang sama dari keenam karakter utama ini adalah mereka memiliki
permasalahan dan kesulitan dihidup mereka masing-masing.
Sama
seperti kita dikehidupan sehari-hari, semua orang punya masalah dihidupnya
masing-masing. Terkadang kita merasa orang paling bermasalah, terkadang kita
merasa paling sedih, merasa hidup orang lain lebih bahagia dari kita. Mereka
juga punya mimpi, lingkungan serta orang-orang disekitar merekalah yang sangat
mempengaruhi mimpi itu.
Sebagian
anak mungkin pernah merasakan kesulitan ketika akhir masa sekolah mereka. Kecemasan,
ketakutan, keraguan seringkali menghampiri bahkan sejak tahun pertama di akhir
masa sekolah. Saya pun juga pernah merasakan ini.
Untuk
semua orang yang sedang dalam tahap ini. Pertama, percayalah pada dirimu
sendiri, saya tahu kamu lelah. Kamu telah bekerja keras, apresiasi dulu dirimu,
tapi jangan lengah. Tetaplah belajar, take
a deep breath, buatlah dirimu nyaman. Jangan pikirkan bagaimana jika kamu
gagal, tetapi pikirkan bagaimana cara kamu agar berhasil. Semangatlah untuk
semua yang membaca tulisan ini.
Terakhir bonus foto-foto
yang saya dapatkan dari sumber Instagram TVND
Ada Si manis Kim Doyoon entah kenapa saya merasa ia
mirip dengan Kim Ha Neul, senyumnya-.-
Foto kelulusan
Sampai
jumpa di review saya selajutnyaaa…
















Wahhh asikk. Jadi inget masa2 stress dan galau ketika memasuki masa akhir semester di SMA
BalasHapusterima kasih atas kunjungannya T.T
Hapus