Review Film : Bad Genius (2017) - Mencontek Dengan Elit
Bad
Genius, sebuah film asal negeri Thailand di rilis tahun 2017 berdurasi 90
menit. Bergenre criminal school yang mampu membuat spot jantung penonton
berguncang karena kejeniusan plot dan sinematografinya.
Sebuah thriller yang menegangkan
tetapi tidak bisa dilewatkan setiap
scenenya. Tidak perlu menebak-nebak bagaimana alur selajutnya karena kita akan
terbawa dengan jalan cerita yang cepat dan kompleks.
Berawal dari seorang siswi yang baru
saja pindah disekolah baru yang elit. Hingga menghasilkan uang jutaan rupiah
buah dari hasil memberi contekan. Bagaimana bisa seorang murid mendapat uang
jutaan hanya dengan memberi contekan?.
Itulah kehebatan cerita dengan menampilkan sosok seorang murid SMA yang cerdas bernama Lyn, berawal dari sebuah ketidaksengajaan ia membuat teknik
mencontek yang elit yang bahkan tidak terbayangkan oleh kebayakan orang.
Dalam wkatu yang singkat kegiatan itu menjadi bisnis, dari satu murid menjadi sekelompok murid yang berani memanipulasi nilai ujian demi mendapat keuntungan melalui jalur curang.
Puncaknya ketika mereka merencanakan
kecurangan dalam ujian STIC atau seperti sistem seleksi penerimaan mahasiswa ke
perguruan tinggi Amerika Serikat (SAT).
Akting luar biasa dari pemeran
utama yang memegang penting jalannya cerita ini sungguh-sungguh memberikan
impact yang besar. Ketika dihadapkan dengan kecemasan ditambah dengan BGM (background
music) yang mendukung, sudah deh asli pasti bikin yang nonton bilang ”gila,
gila, gila” alias berdecak kagum.
Kalau dikatakan relate dengan kehidupan sehari-hari mungkin benar juga ya. Sudah tidak asing pastinya dengan kegiatan contek-mencontek.
Film
ini menggambarkan emosi remaja yang masih abu-abu tentang kebenaran yang baik
itu seperti apa. Itulah alasannya remaja sangat butuh bimbingan dari orang
dewasa.
Mereka sebenarnya tahu
tindakannya salah, tetapi emosi remajanya ketika mengetahui orang dewasa juga melakukan hal yang tidak
benar seolah membenarkan tindakannya yang salah itu. Terlebih lagi
dihapakan dengan uang, manusia sering lupa jati diri bukan jika sudah
berhadapan dengan uang.
Tetapi semua itu juga didukung
oleh peran orang dewasa yang salah kaprah mendidik mereka yang masih muda. Film
ini menyinggung sistem pendidikan sekolah yang tidak jujur, orangtua yang
menuntut anaknya untuk melakukan hal diluar dari kemampuan si anak tersebut, bahkan perbedaan kasta sosial terjadi di antara
siswa.
Terpikirkan ngga sih kenapa mereka mati-matian mencontek demi nilai? Ya mungkin karena sistem pendidikan yang menilai lulus tidaknya siswa berdasarkan hasil dari mengerjakan puluhan bahkan ratusan soal ujian dalam hitungan hari saja.
Ketimbang menilai selama bertahun-tahun belajar di
bangku sekolah. Sistem pendidikan yang disinggung lumayan related dengan yang ada di Indonesia bukan?
Apapun alasannya tetap ya tindakan curang, mencontek, memanipulasi tidak bisa dibenarkan. Berhasilah dengan jalan yang jujur, gunakan kecurang-an untuk lebih giat berusaha dan berdoa lebih dari orang lain. (If you know, you know).
Kalau saya menonton ini
di bisokop mungkin sudah standing ovation kali yah karena bagus banget sih TOPPP!!!!.




😍😍
BalasHapus